BERPIKIR POSITIF DI K13

BERPIKIR POSITIF DI K13
Kini, sejak diberlakukannya kurikulum 2013, walaupun secara bertahap telah mampu memberikan perubahan-perubahan khususnya pada proses pembelajaran. Perubahan yang disajikan pada kurikulum 2013 mengarah pada penyempurnaan pola pikir dan menggunakan pendekatan-pendekatan baru agar pembelajaran lebih interaktif dalam konteks ilmiah. Dengan pendekatan-pendekatan baru yang disodorkan kepada peserta didik, sekolah akan mampu menjadi wahana yang menyenangkan bagi mereka.
Memang benar, terlalu prematur memberikan penilaian dampak implementasi kurikulum 2013 yang diberlakukan di sekolah-sekolah. Namun jika kita kembali pada filosofi awal bahwa sekolah itu adalah salah satu tempat lahirnya generasi muda yang cerdas komprehensif dan berkarakter, maka wajar saja kepedulian kita pada perkembangan sekolah mampu memberikan penilaian-penilaian yang agregarif, baik secara historikal maupun empiris. Dengan demikian penilaian dampak atas sebuah kebijakan yang diterapkan oleh sekolah akan dapat dengan cepat terlihat dengan kasat mata.
Perubahan yang kasat mata tersebut dapat kita temukan pada proses pembelajaran di kelas yang diampu oleh guru-guru yang telah mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Proses pembelajaran sudah diperkaya dengan beberapa proses utama sebagaimana dinyatakan oleh Vic Zbar, dkk dalam A Handbook for improvedperformance management in your school (2007:8). Dalam pernyataan Vic Zbar, dkk tersebut disimpulkan bahwa the core process dalam pembelajaran yang efektif itu sebagai bagian dari pengelolaan pendidikan yang diterapkan melalui kurikulum adalah terciptanya suasana dialog (interaktif) antara warga sekolah melalui planning, coaching, reviewing, dan rewarding yang dirancang oleh guru. Dan proses itu dapat dilihat di beberapa sekolah yang menerapkan kurikulum 2013.
Fakta terjadinya perubahan itu, dapat diamati di sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 diterapkan dengan sangat menyenangkan, di mana proses pembelajaran dibangun dalam pola interaksi antara guru dengan murid dan murid dengan murid yang lebih aktif. Para siswa akan semakin aktif serta gembira. Tidak akan terlihat lagi beban saat belajar, apalagi ketika guru mengajukan pertanyaan, siswa akan merespon dengan baik, sehingga yang terjadi adalah interaksi yang sangat menyenangkan. Perubahan itu salah satunya diakui oleh salah seorang guru kelas 1 SD Kristen Tabita 02 Manado, sebagaimana dikutip dari berita kemdikbud.go.id tanggal 29 Juli 2013, yang mengakui adanya perubahan mendasar pada proses pembelajaran sejak diberlakukannya kurikulum 2013.
Dari fakta-fakta sederhana tadi, tentu saja ada pekerjaan besar yang belum tuntas kita laksanakan bersama terkait keberhasilan implementasi kurikulum 2013. Kita sebagai warga negara yang merupakan bagian dari entitas pendidikan itu sendiri harus terus berupaya untuk menyukseskan implementasi kurikulum 2013 secara bersama-sama sesuai dengan porsi dan kemampuan kita.
Ada beberapa tantangan yang dihadapi saat ini seiring dengan pemberlakukan kurikulum 2013, yaitu di antaranya adalah; (1) ketidakmerataan kemampuan guru dalam memahami dan menguasai kurikulum 2013; (2) guru belum sepenuhnya terampil dalam penyiapan dan pelaksanaan kurikulum tahun 2013; (3) pendeknya rentang waktu pelatihan yang dilakukan dengan tuntutan untuk melaksanakan kurikulum 2013 sehingga guru merasa belum siap; (4) sekolah belum dapat secara optimal melaksanakan kurikulum 2013 karena keterbatasan guru yang mengikuti pelatihan kurikulum 2013; dan (4) belum meratanya distribusi buku siswa dan buku guru ke sekolah-sekolah, khususnya sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013.

Jadi, tantangan inilah yang harus kita sikapi secara bersama. Untuk menjadikan sekolah sebagai wahana yang menyenangkan bagi peserta didik tentu saja diperlukan instrumen yang aplikatif. Dan instrumen itu ada pada kurikulum 2013. Sehingga untuk melaksanakan instrumen dimaksud dibutuhkan guru yang cakap (profesional) yang mampu memahami, menguasai, dan terampil dalam penyiapan dan pelaksanaan kurikulum tahun 2013. Dengan kecakapannya guru akan dapat menentukan rancangan (Rencana Program Pembelajaran/RPP) dan diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan untuk dapat mendukung peningkatan mutu proses pembelajaran, yang pada akhirnya menyenangkan bagi peserta didik.

Komentar